Souvenir Pernikahan Unik, Usaha dengan Omset 100 Juta Perbulan

Souvenir Pernikahan merupakan salah satu benda yang diberikan dari pihak pengantin kepada para tamu undangan. Bentuknya beraneka ragam dan tentu saja dibuat seunik mungkin. Namun siapa sangka usaha seperti ini dapat beromset sampai 100 juta perbulan.

Salah satu penggelut dunia bisnis souvenir ialah Maryati (29). Sebelum bergelut di dunia souvenir ia sebelumnya adalah seorang pegawai kantoran. Ia kemudian memutuskan keluar dan mencoba berbagai usaha, mulai dari penjual kelontong hingga berdagang makanan. Namun semua usaha yang ia lakukan kandas, kemudian ia memutar otak untuk membuka usaha lain.

Awal mula usaha souvenir ialah ia hanya berniat memberikan hadiah pernikahan kepada temannya berupa mug yang gambarnya ia desain sendiri. Ternyata, hadiah yang ia foto dan unggah ke media sosial sebelum diberikan tersebut banyak diminati oleh orang lain.

“Nah, mug yang saya kasih ke teman saya itu saya cetak sesuai desain yang saya buat. Waktu itu nyetaknya cuma Rp50.000. Terus saya unggah ke media sosial, eh ternyata banyak yang suka. Jadilah saya mulai menerima pesanan,” ungkap Maryati.

Karena banyak peminat ia memberanikan diri membuka usaha souvenir pernikahan. Ia melakukan semua usahanya sendirian dari desainer, marketing sekaligus administerasi. Dari jerih payahnya itu, usahanya hanya beromset 1,5 juta perbulan.

Untuk menambah omsetnya ia lantas menawarkan produknya itu melalui media sosial seperti instagram dan lainnya. Dengan caranya itu usahanya kini semakin dikenal dan mulai merambah sepeti pembuatan undangan dan lain sebagainya.

Hingga kini, ia mampu mempekerjakan 16 karyawan yang masing-masing mengurusi administrasi, tim desain hingga tim pengemasan, dan mampu mendatangkan omzet sebesar Rp100 juta per bulan. Ia juga menjual via online dengan situs resmi weddingku.com.

Maryati berharap, usaha rintisannya dapat menjadi pusat souvenir pernikahan di Jabodetabek, mengingat permintaannya yang tinggi. Dengan demikian, pemudi ini bisa lebih banyak mempekerjakan orang, terutama tetangga sekitar yang belum mendapatkan pekerjaan.

KOMENTAR