Pedagang Bendera Ini Tertipu dengan Amplop Kosong

ilustrasi jual pedagang bendera
ilustrasi jual pedagang bendera

Memang ada-ada saja ulah para penipu, hal ini seperti kejadian yang dialami oleh Haris. Ia merupakan seorang pedagang bendera di Jalan Veteran, Purwakarta. ia ditipu pembelinya yang membayar dengan amplop kosong.

Kejadian bermula saat ia berdagang bendera dan umbul-umbul seperti hari biasanya. Saat itu ada seorang pembeli yang menggunakan mobil berminat dengan dagangannya. Tanpa banyak menawar, pelaku membeli sejumlah umbul-umbul senilai Rp 1,2 juta.

Si pembeli awalnya menitipkan amplop terlebih dahulu dengan alasan mau ke tempat fotokopi. Ia pikir isi amplop adalah uang. Ternyata eh ternyata amplop itu kosong isinya dan si pembeli itu tidak balik lagi.

“Saya sih percaya aja, bungkusan bendera lalu dibawa, ngomongnya mau balik lagi. Setelah ditunggu beberapa saat, saya buka ternyata isi amplop bukan uang. Isinya amplos warna coklat tebal,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, pedagang bendera asal Leles Kabupaten Garut itu mengaku pasrah. Padahal sejak berjualan bendera pada 25 Juli lalu, modal yang dia keluarkan belum kembali. “Mungkin bukan rezeki saya, biarkan saja, tidak lapor polisi. Bingung sih, saya yang salah tidak hati-hati,” tuturnya.

Haris juga mengakui berjualan di Purwakarta pendapatan per harinya bisa dihitung cukup lumayan.

“Sehari bisa keluar 10 lembar bendera dengan omset sekitar Rp200 ribu. Keutungan dari penjualan sebanyak itu, paling hanya sekitar Rp 40 ribu. Lumayan buat makan dan keperluan lain,” ujar Haris seraya mengatakan ia masih tetap bersyukur dengan keuntungan sebesar itu.

KOMENTAR